mengapa fonem /o/ pada silabel pertama kata < obat> di ucapkan sebagai bunyi [ > ] padahal berada pada silabel terbuka ?
1. mengapa fonem /o/ pada silabel pertama kata < obat> di ucapkan sebagai bunyi [ > ] padahal berada pada silabel terbuka ?
mungkin itu pengecualian khusus
2. maksud dari fonem sebagai koda dari sebuah silabel
Jawaban:
UJI PEMAHAMAN1)Lafa fonem bahasa Indonesia belum pernah di bakukan,tetapi ada konsensus umum yang mengatakan lafal bahasa Indonesia yang benar adalah yang tidak di pengaruhi lafal bahasa daerah.Coba jelaskan apa maksudnya.Jawab:Sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang demikian pesat dari segi pemerkayaan kosakata tidak mencatat usaha pembakuan lafal.Mulai dari ejaan VanOphuijsen 1901,ejaan Swandi atau ejaan Republik sampai dengan ejaan yang disempurnakan ,pembakuan lebih banyak dititikberatkan pada pengubahan tulisan,dengan kata lain,lafal baku bahasa Indonesia hingga kini belum diterapkan,hal ini terjadi antara lain karena pertimbangan bahwa bahasa Indonesia masih digunakan sebagai bahasa kedua oleh sebagian besar masyarakat.Bahasa daerah yang menjadi bahasa Ibu juga digunakan sebagai sarana komunikasi utama sehingga penutur bahasa menjadi dwibahasawan yang dapat memunculkan ragam lafal.
3. 1. apa yang dimaksud dengan silabel/suku kata ? jelaskan!2. benarkah pada setiap silabel ada sebuah vokal? jelaskan!3. apa yang di maksud dengan a. onset B. Koda c. nuklusjelaskan dan beri contoh4. beri contoh silabel yang berpola A. KKV B. KKKv c. kkvkk D. KKKVk5. apa yang dimaksud dengan interlude? jelaskan dengan contoh!6. dalam silabelsasi bunyi diftong harus di perlakukan bagaimana? jelaskan!
1. Silabel atau suku kata adalah satuan bunyi yang terdiri dari satu atau lebih bunyi vokal yang diiringi atau diawali oleh satu atau lebih bunyi konsonan. Silabel merupakan unit terkecil dalam pembagian bunyi dalam bahasa.
2. Pada umumnya, setiap silabel memang mengandung setidaknya satu bunyi vokal. Namun, ada beberapa pengecualian di mana silabel dapat terdiri hanya dari bunyi konsonan, seperti dalam kata "khusus" di mana silabel pertama adalah "kh" dan silabel kedua adalah "sus". Meskipun demikian, vokal tetap ada dalam silabel tersebut, namun terdapat di dalam bunyi konsonan.
3. a. Onset: Onset adalah bagian dari silabel yang terletak sebelum inti atau nuklus silabel. Onset biasanya terdiri dari bunyi konsonan atau konsonan-konsonan yang muncul sebelum vokal. Contohnya dalam kata "kelapa", onsetnya adalah "k".
b. Koda: Koda adalah bagian dari silabel yang terletak setelah inti atau nuklus silabel. Koda biasanya terdiri dari bunyi konsonan atau konsonan-konsonan yang muncul setelah vokal. Contohnya dalam kata "bundar", koda-nya adalah "ndar".
c. Nuklus: Nuklus adalah inti dari suatu silabel yang terdiri dari bunyi vokal. Nuklus bisa berdiri sendiri atau diikuti oleh koda. Contohnya dalam kata "mata", nuklusnya adalah "a".
4. Contoh silabel yang berpola:
a. KKV: kata "semangka" memiliki tiga silabel, yaitu se-man-gka.
b. KKKv: kata "berjalan" memiliki tiga silabel, yaitu ber-ja-lan.
c. KKVKK: kata "perabotan" memiliki empat silabel, yaitu pe-ra-bo-tan.
d. KKKVk: kata "angkasa" memiliki dua silabel, yaitu ang-ka-sa.
5. Interlude adalah bagian atau jeda dalam sebuah karya musik yang biasanya digunakan untuk memperkenalkan variasi musik atau memberikan istirahat singkat dalam komposisi. Contohnya adalah ketika dalam sebuah lagu terdapat bagian instrumental yang berfungsi untuk memberikan perubahan atau istirahat dari vokal atau bagian utama lagu.
6. Dalam silabelisasi, bunyi diftong (gabungan dua bunyi vokal dalam satu suku kata) harus dianggap sebagai satu unit atau satu vokal tunggal dalam silabel. Misalnya, dalam kata "air", diftong "ai" dianggap sebagai satu suku kata atau satu silabel, bukan dua. Jadi, kata "air" memiliki satu silabel, bukan dua silabel (a - ir).
Semoga membantu..
4. Jelaskan Pola dasar silabel bahasa indonesia
Jawaban:
Pengertian Silabel
Silabel atau suku kata adalah satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran atau runtunan bunyi ujaran. Satu silabel biasanya meliputi satu vokal dan satu konsonan atau lebih. Silabel mempunyai puncak kenyaringan atau sonoritas yang biasanya jatuh pada sebuah vokal. Hal ini terjadi karena adanya ruang resonansi berupa rongga mulut, rongga hidung atau rongga-rongga lain di kepala dan dada.
B. Bentuk Silabel
Bunyi yang paling banyak menggunakan ruang resonansi adalah bunyi vokal. Karena itu, puncak silabis adalah bunyi vokal. Namun ada kalanya konsonan, baik bersuara maupun tidak yang tidak mempunyai kemungkinan untuk menjadi puncak silabis. Contohnya kata [dan]. Kata itu terjadi dari bunyi [d], bunyi [a], dan bunyi [n] adalah bunyi konsonan, sedangkan bunyi [a] adalah bunyi vocal. Bunyi [a] pada kata [dan] itu menjadi puncak silabis dan puncak kenyaringan.
Kemungkinan urutan bunyi konsonan-vokal dalam silabel disebut fonotaktik. Bunyi konsonan yang berada sebelum vokal (yang menjadi puncak kenyaringan) disebut Onset (O) dan konsonan yang hadir sesudah vokal disebut koda, sedangkan vokalnya sendiri disebut nuklus. Sejauh ini urutan vokal (V) dan konsonan (K) yang ada dalam bahasa indonesia adalah:
1
V,
Seperti [i]
Pada kata [i+ni]
2
KV,
Seperti [la]
Pada kata [la+ut]
3
VK,
Seperti [am]
Pada kata [am+bil]
4
5
6
7
8
9
10
11
KVK,
KKV,
KKVK,
KVKK,
KKKV,
KKVKK,
KKKVK,
VKK,
Seperti [but]
Seperti [kla]
Seperti [trak]
Seperti [teks]
Seperti [stra]
Seperti [pleks]
Seperti [struk]
Seperti [eks]
Pada kata [se+but]
Pada kata [kla+sik]
Pada kata [trak+tor]
Pada kata [kon+teks]
Pada kata [stra+te+gi]
Pada kata [kom+pleks]
Pada kata [struk+tur]
Pada kata [ekspor]
5. Apakah setiap silabel selalu berupa dua buah bunyi?
Tidak, bergantung pada suku kata. (Suku kata atau silabel (bahasa Yunani: συλλαβή sullabē) adalah unit pembentuk kata yang tersusun dari satu fonem atau urutan fonem)
contoh : Mahasiswa = Ma.ha.sis.wa