manajemen sumber daya manusia pengaruh disiplin kerja motivasi kerja dan keterkaitan kerja terhadap kinerja karyawan?
1. manajemen sumber daya manusia pengaruh disiplin kerja motivasi kerja dan keterkaitan kerja terhadap kinerja karyawan?
Manajemen sumber daya manusia (SDM) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dalam sebuah organisasi. Disiplin kerja, motivasi kerja, dan keterkaitan kerja (job satisfaction) merupakan tiga faktor utama yang mempengaruhi kinerja karyawan.
Pertama, disiplin kerja adalah kemampuan untuk mematuhi aturan dan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan. Karyawan yang disiplin cenderung memiliki kinerja yang lebih baik daripada karyawan yang tidak disiplin. Dalam manajemen SDM, perusahaan perlu menegakkan aturan dan prosedur secara konsisten untuk memastikan karyawan tetap disiplin dan berkualitas.
Kedua, motivasi kerja sangat penting untuk meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi dapat datang dari dalam diri karyawan (internal) atau dari lingkungan kerja (eksternal). Karyawan yang termotivasi memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk mencapai tujuan dan bekerja dengan produktif. Perusahaan harus merancang sistem insentif dan reward yang cocok untuk memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerjanya.
Terakhir, keterkaitan kerja (job satisfaction) juga berperan penting dalam kinerja karyawan. Karyawan yang merasa puas dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya akan cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Untuk memastikan karyawan merasa puas, perusahaan perlu menyediakan fasilitas dan lingkungan kerja yang nyaman serta memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri.
Dalam manajemen SDM, perusahaan harus mengelola disiplin kerja, motivasi kerja, dan keterkaitan kerja secara efektif untuk meningkatkan kinerja karyawan. Hal ini dapat dilakukan dengan merancang program pelatihan dan pengembangan karyawan, memberikan insentif dan reward yang cocok, serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan memotivasi. Dengan begitu, perusahaan akan mampu mencapai tujuan bisnisnya melalui kinerja karyawan yang optimal.
2. apa alasan anda mengambil judul pengaruh motivasi kerja,disiplin dan komitmen organisasi terhadap kinerja pns
Jawaban:
karena seorang pns adalah orang orang yang penting untuk memajukan sistem pemerintahan
3. contoh penelitian terdahulu tentang pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan
menimbulkan semangat pantang menyerah terhadap yang dimotivasi dan membuat karyawannya ingin selalu bekerja keras
jadikan jawaban terbaik
4. Seberapa pentingkah peran budaya organisasi dalam menjamin kinerja karyawan ?berikan analisis terbaikmu
Jawaban:
pentingnya peran budaya organisasi dalam menjamin kinerja karyawan yaitu dengan kebudayaan mereka memiliki ide serta masukan dalam organisasi nya sehingga dapat di presentasi hal tersebut jika menarik akan menjamin kinerja karyawan naik
5. Contoh standar kinerja pribadi karyawan
Jawaban:
itu contoh standar kinerja pribadi karyawan
Penjelasan:
maaf klo salah/berbeda pandangan tentang materi ini
6. mengapa anda memilih judul pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap kinerja kerja
itu tergantung jawaban sendiri, karna anda yang memilih judlny jadi pasti ada alasan nya kalau anda memilih judul tsbitu tergantung jawaban sendiri , karna manfaatnya berbeda beda
7. Rata-rata gaji karyawan divisi administrasi di suatu perusahaan adalah Rp 3.200.000, sedangkan definisi pemasaran adalah Rp 3.500.000. Rata-rata gaji karyawan dari 2 divisi tersebut adalah Rp 3.440.000 per bulan. Jika banyak karyawan divisi pemasaran 20 orang banyak karyawan yang bekerja pada divisi administrasi adalah.....
Jawaban:
5 orang
Penjelasan dengan langkah-langkah:
misal divisi administrasi = x
maka didapatkan persamaan :
(3,2 x + 20(3,5)) / ( x+20) = 3,44
(3,2 x + 70) = 3,44(x+20)
3,2x +70 = 3,44x + 68,8
3,2x- 3,44x = 68,8-70
-0,24 x = - 1,2
x = -1,2 / -0,24
x = 5
banyak karyawan yang bekerja pada divisi administrasi adalah 5 orang.
semoga membantu
8. Pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kinerja karyawan
Jawaban:
karena dipengaruhi oleh orang luar atau saingannyaPenjelasan:
maaf kalo salah
9. tesis PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS, TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor penting dalam suatu organisasi
bagaimanapun bentuk serta tujuan organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Oleh karena itu, manusia merupakan faktor yang sangat penting dalam seluruh kegiatan institusi/organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Paramedis Medis Rumah Sakit Al-Rohmah. Penelitian ini dilaksanakan pada Rumah Sakit Al-Rohmah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian kuantitatif dengan mengunakan metode survei menggunakan kuisoner. Dari hasil analisis penelitian ini dapat dilihat seberapa besar pengaruh indikator gaya kepemimpinan demokratis terhadap kinerja paramedis Rumah Sakit Al-Rohmah, diketahui juga pengaruh secara individu variabel bebas Gaya Kepemimpinan Demokratis Pada Kinerja Paramedis Rumah Sakit Al-Rohmah, dan diketahui juga salah satu indikator variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja paramedis Rumah Sakit Al-Rohmah.
mohon dibaca
10. Ada berapa variabel pada judul proposal ini. Judul: PENGARUH KEPEMIMIPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA HOTEL HERMES BANDA ACEH
ada 3 variabel
1. kepemimpinan
2. motivasi kerja
3. kinerja karyawan
11. rata-rata gaji karyawan divisi administrasi di suatu perusahaan adalah Rp3.200.000 sedangkan definisi pemasaran adalah Rp3.500.000 rata-rata gaji karyawan dari 2 divisi tersebut adalah rp3.440.000 per bulan jika banyak karyawan divisi pemasaran 20 orang banyak karyawan yang bekerja pada divisi administrasi adalah
Jawab:
5 0rang
Penjelasan dengan langkah-langkah:
rata2 divisi admin = 3.200.000
Xa/fa = 3.200.000 ... Xa = jumlah gaji, fa = jumlah orang
Xa = 3.200.000fa
rata2 divisi pemasaran = 3.500.000
Xb/fb = 3.500.000
Xb = 3.500.000fb
rata2 gabungan = 3.440.000
(Xa+Xb)/(fa+fb) = 3.440.000
(3.200.000fa+3.500.000fb) = 3.440.000(fa+fb)
3.200.000fa + 70.000.000 = 3.440.000fa+68.800.000
240.000fa = 1.200.000
fa = 5
maka jumlah karyawan admin = 5 orang
12. apakah dengan melakukan penilaian kinerja maka para karyawan akan mampu memberikan pengaruh pada peningkatan kualitas kerja? jelaskan
Jawaban:
gitu dahbpokk nya oke dijamin gak tau auah
13. Adakah pengaruh pengarahan terhadap kinerja karyawan diperusahaan
karyawan menjadi disiplin dalam mengerjakan pekerjaan yang telah di perintahkan untuk diselesaikan tepat waktu.
14. seberapa penting keberadaan suatu kelompok dalam organisasi, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja karyawan
Jawaban:
semoga bermanfaat cr brainly
15. Buatlah Contoh Studi Kasus Tentang ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN KINERJA TERHADAP EVALUASI KINERJA KARYAWAN
Jawaban:
Contoh studi kasus mengenai analisis penerapan manajemen kinerja terhadap evaluasi kinerja karyawan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Perusahaan XYZ adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pabrikasi mesin industri skala besar. Perusahaan ini memiliki sekitar 200 karyawan yang tersebar di berbagai departemen dan divisi.
Pada awalnya, perusahaan XYZ menerapkan evaluasi kinerja karyawan yang bersifat tradisional dengan mengukur kerja karyawan berdasarkan target output sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kinerja perusahaan mulai menurun dan terjadi ketidakpuasan karyawan.
Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan XYZ melakukan revolusi manajemen kinerja dengan menerapkan sistem manajemen kinerja yang lebih modern dan efektif. Sistem tersebut memperhatikan tidak hanya output, tetapi juga melibatkan karyawan dalam proses perencanaan, pengembangan, pelatihan, dan evaluasi kinerja.
Dalam implementasi sistem manajemen kinerja baru ini, perusahaan XYZ menyediakan sistem online yang memungkinkan karyawan untuk melakukan self-appraisal, yang kemudian akan ditinjau oleh manajer mereka. Perusahaan XYZ juga menyediakan latihan dan pengembangan bagi karyawan, serta memberikan reward dan penghargaan untuk karyawan yang mencapai kinerja yang baik.
Setelah menerapkan sistem manajemen kinerja baru, perusahaan XYZ melihat peningkatan kinerja mereka dan karyawan merasa lebih puas dan termotivasi. Evaluasi kinerja karyawan pun menjadi lebih efektif dan berkelanjutan dengan adanya dialog berkelanjutan antara manajer dan karyawan.
Melalui studi kasus ini, dapat disimpulkan bahwa mengimplementasikan sistem manajemen kinerja yang efektif dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan karyawan, serta meningkatkan partisipasi karyawan dalam proses manajemen kinerja secara keseluruhan.
16. mengapa disiplin kerja bagi para karyawan sangat dibutuhkan?
Jawaban:
supaya perusahaan maju dengan disiplin
Penjelasan:
maaf kalo salah
agar tempat kerja semakin maju, karyawan juga harus disiplin. contoh: tepat waktu kerja.
coba bayangkan kalo karyawan sering telat, akibatnya pekerjaan menumpuk dan kemajuan perusahaan terhambat.
jangan lupa beri bintang 5 dan jadikan brainliest answer, terima kasih.
17. Bagaiamana pengaruh tata ruang kantor terhadap kinerja karyawan
tata ruang kantor terhadap kinerja karyawan sangatlah penting karna dapat menciptakan antara lain :
1.menciptkan suasana yg nyaman
2.menjamin kelancaran proses pekerjaan
3.mencegah penghamburan tenaga dan waktu para pegawai
4.memungkinkan pemakaian ruangan kerja secara efisien
5.membdrikan kesan yg baik terhadap para pengunjung/tamu
18. Pengaruh imbalan, di siplin,dan hukuman terhadap karir karyawan dalam organisasi
untuk meningkatkan semangat dalam melaksanakan pekerjaan.....
19. apakah kemampuan kerja, pengalaman kerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai?
Jawaban:
ya sangat berpengaruh karena kemampuan seseorang adalah potensi yg dimilikinya
20. Prestasi kerja dapat memperbaiki kinerja karyawan. Apakah maksud dari pernyataan tersebut?
Yang di maksud prestasi kerja yaitu adalah apabila suatu perusahaan dapat memberikan sebuah prestasi kerja kepada karyawannya itu dapat membuat karyawan memiliki semangat kinerja yang tinggi di karenakan secara tidak langsung perusahaan mengakui hasil kinerja karyawan dan itu pula dapat membuat karyawan termotivasi untuk melakukan pekerjaannya tersebut. Nah itu lah maksud dari pernyataan prestasi kerja dapat memperbaiki kinerja karyawan.
PembahasanKinerja adalah sebuah kata dalam bahasa indonesia dari kata dasar "kerja" yang menerjemahkan kata dari bahasa asing prestasi. Bisa pula berarti hasil kerja. Pengertian kinerja (prestasi kerja) merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menurut kamus besar bahasa indonesia kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu atau yang dilakukan. Sedangkan kinerja menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sesuatu yang dicapai atau prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan kerja. Kinerja sangat penting bagi organisasi karena, kinerja yang tinggi tentu dapat mengurangi angka absensi atau tidak bekerja karena malas.
Pelajari Lebih LanjutMateri tentang kerja keras dapat disimak pada link brainly.co.id/tugas/3798452Materi tentang kinerja dapat disimak pada link brainly.co.id/tugas/3811877Materi tentang SOP bekerja dalam perusahaan dapat disimak pada link brainly.co.id/tugas/40473768Detail JawabanKelas : X SMK
Mapel : wirausaha
Bab : kerja keras dan prestasi kerja
Kode : -
#AyoBelajar
#SPJ2
21. Seberapa penting pengaruh kelompok terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan
Jawaban:
Dampak kelompok terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan adalah cukup signifikan. Interaksi karyawan terhadap kelompok tertentu mampu mempengaruhi cara pikir dan pandangannya tentang hal-hal tertentu, termasuk tanggung jawab kerja yang diembankan kepadanya. Jika ia memperoleh pengaruh yang buruk, maka performa kerjanya tentu akan menurun.
Penjelasan:
Meski demikian, hal ini tidak berarti bahwa seorang karyawan harus dilarang dalam berkelompok. Hal ini tidak boleh dilakukan karena bertentangan dengan hak asasi manusia. Adapun hak yang dilanggar adalah hak untuk berkumpul, berserikat, dan menyatakan pendapat.
Pelajari lebih lanjut tentang materi serikat karyawan pada https://brainly.co.id/tugas/6066217
#BelajarBersamaBrainly
22. Bagaimana pengaruh SPI terhadap kinerja karyawan
Berikut ini adalah beberapa hubungan antara SPI dan kinerja karyawan dalam suatu organisasi:
Klarifikasi Harapan dan Standar: SPI membantu karyawan memahami harapan dan standar kinerja yang diharapkan. Dengan memiliki tujuan yang jelas dan ukuran kinerja yang dapat diukur, karyawan dapat fokus pada pekerjaan mereka dan meningkatkan kualitas kerja mereka.
Peningkatan Motivasi: SPI yang efektif memberikan umpan balik yang konstruktif tentang kinerja karyawan, yang dapat meningkatkan motivasi mereka dengan memberikan pengakuan atas prestasi yang baik dan memberikan arahan yang jelas untuk perbaikan. SPI juga memungkinkan karyawan melihat kemajuan mereka secara objektif dan termotivasi untuk mencapai target yang ditetapkan.
Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan: Karyawan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka dalam kinerja melalui SPI, yang memungkinkan mereka memfokuskan upaya mereka pada pengembangan keahlian yang diperlukan dan mengatasi kelemahan mereka. Dengan memahami area di mana mereka perlu meningkatkan kinerja mereka, karyawan dapat melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengoptimalkan potensi mereka.
Pengembangan Karyawan: SPI dapat digunakan untuk menemukan perluasan karyawan. Karyawan dapat meningkatkan diri mereka sendiri dengan mengetahui di mana mereka perlu meningkatkan keterampilan atau pengetahuan mereka. Ini dapat mencakup program pengembangan yang akan meningkatkan kinerja mereka, seperti pelatihan dan mentoring.
Pengukuran Kinerja dan Penghargaan: SPI dapat digunakan sebagai dasar untuk mengukur kinerja karyawan dan menetapkan penghargaan atau pengakuan yang sesuai. Kinerja yang baik dapat dihargai dan diakui, sementara kinerja yang buruk dapat menjadi dasar untuk mendapatkan bantuan atau dukungan tambahan. Melalui SPI, karyawan dapat melihat hubungan langsung antara kinerja mereka dan penghargaan yang mereka terima.
23. Riko seorang karyawan di sebuah perusahaan penerbitan. Riko termasuk karyawan yang rajin, disiplin, baik kepada rekan kerja, dan profesional. Berkat kinerjanya, Riko memperoleh promosi jabatan. Tindakan yang dilakukan Riko didasari motif.
Jawaban:
karena dia lah sekolah yang pintar dan sopan ke guru nya
24. berikan contoh sikap disiplin kerja yang baik dan sikap disiplin kerja yang buruk bagi karyawan?
Disiplin merupakan bentuk kepatuhan terhadap peraturan atau tugas-tugas yang seharusnya kita tangani. Kepatuhan dapat menggerakan roda perusahaan agar memperoleh pencapaian yang sempurna.
Disiplin Waktu
Efisiensi terhadap waktu sangat diperlukan untuk mengatur tugas mana yang dapat kita kerjakan lebih dulu, agar tugas itu lebih cepat selesai atau tepat waktu. Penerapan sikap ini akan mencegah tertundanya tugas lain yang akan kita kerjakan.
Inisiatif dan Kreatif
Dari cara kita dalam mengerjakan suatu tugas, juga menunjukkan kedisplinan kita dalam bekerja. Mengerjakan tugas secara monoton menggambarkan motivasi yang buruk dan ketidakpuasan kita terhadap perusahaan. Sebaliknya, pegawai yang inisiatif dan kreatif menunjukkan tingginya motivasi menunjukkan tingkat kedisiplinan yang tinggi juga.
Tanggung Jawab
Rasa tanggung jawab yang tinggi menunjukkan kedisiplinan kita dalam bekerja, seperti mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepada kita dan menyelesaikannya tepat waktu. Pekerja yang disiplin bukan hanya selalu menerima tugas yang diberikan, menyelesaikan tugas dengan sempurna juga merupakan bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Taat Peraturan
Datang tepat waktu, berpenampilan seperti yang sudah ditetapkan. Merupakan bentuk taat akan peraturan yang ada ditempat kerja. Ketaatan kita terhadap aturan kerja, menunjukkan kedisiplinan kita terhadap lingkungan kerja dan atasan.
Sikap dan Perilaku
Sikap dan perilaku kita terhadap rekan kerja dan atasan juga merupakan tanda yang baik untuk disiplin dalam kerja. Pekerja yang disiplin akan lebih peduli menjaga relasi yang baik antara dirinya dengan rekan kerja, dengan atasan, maupun pihak-pihak lain yang berhubungan dengan perusahaan.
Pengawasan Ketat
Pengawasan yang ketat bukan berarti mengawasi pegawai saat mereka berkeja, hal ini malah menjadi hambatan tersendiri bagi mereka. Pengawasan yang baik sebagai atasan dalam mengobservasi motivasi, masalah, serta konflik yang timbul diantara pekerja dan ditangani agar meningkatkan kemauan mereka dalam bekerja.
Pemimpin yang Teladan
Pemimpin yang teladan merupakan salah satu faktor pendukung dari kedisiplinan kerja para bawahannya. Pemimpin yang dapat mencotohkan hal baik pada anak buah dapat menjadi salah satu indikator dari kedisiplinan kerja pegawai. Jika pemimpin mampu memberikan arahan dengan baik dan bijak, pegawai akan menunjukkan kepuasan yang lebih dalam bekerja, dengan begitu disiplin kerja juga akan dapat terjaga.
Maaf kalau salah semoga membantu!25. apakah disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai?
Jawaban:
iyaaa
Penjelasan:
karena jika pegawai sudah terbiasa dengan sikap disiplin maka pegawai tersebut akan lebih bisa menghargai waktu dan akan bekerja dengan maksimal karena kedisiplinan merupakan kunci dari kesuksesan
26. jelaskan pengaruh imbalan, disiplin dan hukuman terhadap karir karyawan dalam organisasi
dapat
menarik orang agar mengikuti organisasi, mempertahankan agar mereka datang bekerja, dan memotivasi mereka agar bekerja dengan sungguh-sungguh; manajer memberi imbalan bagi karyawannya. Karyawan menukarkan waktu, kemampuan, keahlian, dan usaha mereka untuk imbalan yang bernilai. Hubungan antara organisasi dan karyawan disebut kontrak psikologis
27. Analisis jabatan adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwaa.untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, apa manfaatdari analisis jabatan?b. Dapat meningkatkan kinerja personil atau karyawan kantorKaryawan dapat berkembang dengan lebih cepatc. Memperbaiki cara kerja karyawand. Karyawan diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dirie. Memberikan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan denganuraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan evaluasi pekerjaan
Jawaban:
E
semoga membantu
maaf kalo salah:)
28. disiplin yang bertujuan memberikan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja karyawan, disebut disiplin?
Disiplin :sikap yang slalu tepat janji sehingga orang lain mempercayainya . Disiplin berasar dari bahasa latin yaitu discere yng berarti belajar
29. Prinsip penggajian memiliki pengaruh penting dalam pengelolaan perusahaan. Apa pengaruh prinsip penggajian terhadap kinerja karyawan ?
Jawaban :
Semakin baik sistem penggajian, maka potensi kemajuan prestasi karyawan juga akan semakin baik.
Pembahasan :
Tiap karyawan tentu harus diberi gaji atau upah. Gaji / upah tersebut merupakan kompensasi yang telah disepakati agar terwujudnya kelancaran dalam bekerja.
Dalam prinsip manajemen penggajian karyawan disebut prinsip penggajian atau remuneration. Kompensasi atau gaji merupakan reward atas prestasi pekerja sekaligus motivasi untuk berprestasi. Semakin baik sistem penggajian, maka potensi kemajuan prestasi karyawan juga akan semakin baik. Sehingga, keduanya memiliki hubungan yang positif.
Berdasarkan penjelasan di atas maka semakin baik sistem penggajian, maka potensi kemajuan prestasi karyawan juga akan semakin baik.
Semoga Membantu:)
30. Jelaskan Hubungan pengalaman kerja dengan kinerja karyawan
Penjelasan:
#semoga membantu
#jangan lupa jadikan Jawaban tercerdas
Jawaban:
Pengalaman kerja dan pelatihan kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan. Berdasarkan uji koefisien determinasi pelatihan dan kompensasi memiliki pengaruh sebesar 63,9% terhadap kinerja karyawan.
Penjelasan:
semoga membantu....
31. Jelaskan pengaruh prestasi kerja terhadap kinerja karyawan
dengan memberikan reward kepada karyawan sbagai wujud prestasi kerja yg baik, akan menambah kinerja para karyawan untuk berlomba lomba memberikan hal yang terbaik untuk perusahaan demi sebuah prestasi kerja
32. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Tentukan variabel
Penjelasan:
Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan
Variabel Terikat (Y) = kinerja karyawan
Variabel Bebas (X) = motivasi kerja
Dalam penelitian ini yang bisa diukur menggunakan metode penelitian baik angket maupun wawancara adalah kinerjanya. Berdasarkan kinerja itu kita bisa melihat motivasi kerja karyawan.
Penelitian semacam ini banyak dilakukan mahasiswa Psikologi Industri dan Organisasi
33. Suatu penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh antara motivasi dan kinerja karyawan. Peneliti menduga semakin tinggi motivasi karyawan, semakin baik kinerja nya. Dari pengumpulan data di dapat data sebagai berikut:
Jawaban:
https://chat.whatsapp.com/LDFJVhM7Dye930LJHTbJu8
Penjelasan:
itu link grup brainly mam
34. Rata-rata gaji karyawan divisi administrasi di suatu perusahaan adalah Rp 3.200.000 sedangkan divisi pemasaran adalah Rp 3.500.000. Rata-rata gaji karyawan dari dua divisi tersebut adalah Rp 3.440.000per bulannya. Jika banyak karyawan divisi pemasaran 20 orang, banyak karyawan yang bekerja pada divisi administrasi adalah....
banyaknya karyawan div pemasaran
= y = 20 orang
rata rata gaji div pemasaran
= y1 = 3.500.000
banyanya karyawan div administrasi
= x =....?
rata rata gaji div administrasi
= x1 = 3.200.000
rata rata seluruh karyawan = 3.440.000
[tex] \frac{(x.x1) + (y.y1)}{x + y} = 3.440.000[/tex]
x. 3 200 000 + 20. 3 500 000 : (x+20) = 3 440 000
3 200 000x + 70 000 000 =
3 440 000x + 68 800 000
70 000 000 - 68 800 000 =
3 440 000x - 3 200 000
1 200 000 = 2 400 000x
x = 1 200 000 / 240 000
x = 5 orang
35. contoh penelitian terdahulu tentang pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan
mrmbangun diri seseorang untuk berusaha lebih keras lagi dan menimbulkan semangat pantang menyerah bagi yang dimotivasi
jadikan jawaban terbaik
36. contoh pidato berjudul disiplin
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh
Yang terhormat, bapak/ibu juri lomba pidato tingkat SMA
Yang saya hormati, bapak/ibu tamu undangan
Serta teman teman yang berbahagia
Kedisiplinan mungkin adalah momok bagi kita, jika kita tidak terbiasa melakukannya. Sebenarnya, banyak hal positif yang bisa kita ambil dari sikap disiplin diri yang kita miliki. Kehidupan kita akan lebih teratur, kebersihan terjaga, dan semua kegiatan kita akan lebih terarah.
Hadirin yang saya hormati, coba bayangkan jika kita tidak memiliki disiplin diri yang baik. Apalagi teman-teman sebagai pelajar, jika kita tidak memiliki disiplin diri, semua kegiatan kita akan berantakan, banyak tugas yang tidak terselesaikan, dan tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar, sehingga nilai akademik kita juga akan turun.
Hadirin sekalian yang berbahagia, sebenarnya ada berbagai macam cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan disiplin diri kita. Yang paling utama adalah menentukan target dan memerangi rasa malas. Kita juga bisa mengambil beberapa langkah kecil yang konsisten sebagai langkah awal kedisiplinan diri. Memang kita tidak besa melakukannya hanya dalam waktu sekejap saja. Menumbuhkan kedisiplinan diri memerlukan waktu yang lama dan konsisten. Kita berusaha agar kita tidak tergoda lagi untuk melakukan tindakan yang tidak disiplin. Hal-hal kecil ibu bisa kita mulai dari kegiatan sehari-hari dirumah. Misalnya bangun pagi pukul 5. Kita harus selalu berusaha bangun jam 5 stiap hari. Entah apa yang akan kita lakukan setelah itu, tidak jadi masalah. Kita bisa atur alarm jam untuk membantu kita melaksanakan hal itu.
Hadirin yang saya hormati, kebiasaan menunda pekerjaan juga merupakan salah satu kebiasaan yang tidak disiplin. Terlebih lagi, jika kita sebagai pelajar, kebiasaan kita menunda pekerjaan atau tugas sekolah akan merugikan diri sendiri. Jika waktunya sudah mepet, kita akan kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang harus kita selesaikan. Kebisaan menunda-nunda ini sebaiknya segera kita atasi. Kita bisa membuat daftar pekerjaan yang akan kita selesaikan menurut skala prioritas. Kita harus menempatkan tugas yang harus secepatnya kita selesaikan pada daftar yang paling atas. Kemudian, mengurutkannya dengan prioritas selanjutnya. Dengan cara ini, kita bisa menyelesaikan tugas-tugas kita tepat waktu.
Hadirin sekalian yang saya hormati. Untuk membantu kita menumbuhkan rasa disiplin diri, kita perlu seseorang sebagai pembimbing kita, misalnya orang tua kita atau teman kita yang bisa kita percaya. Orang tua kita akan membantu kita untuk bersikap disiplin. Orang tua kita yang akan selalu untuk mengingatkan kita untuk bangun tepat waktu. Orang tua kita yang akan mengingatkan kita untuk selalu menjaga kebersihan, pulang sekolah tepat waktu, dan belajar setiap hari. Untuk teman kita di sekolah, kita bisa memintanya untuk membantu kita membuat daftar tugas yang harus kita selesaikan terlebih dahulu.
Hadirin yang saya hormati. Memang sulit untuk menjadi disiplin. Apalagi kita telah lama dimanjakan dengan banyak hal yang melenakan kita dan membuat kita nyaman dengan kebiasaan bermalas-malasan, misalnya kebiasaan menonton televisi dalam waktu yang lama. Kita bisa menghindarinya dengan cara membatasi waktu menonton TV. Usahakan untuk hanya menonton program acara yang bermanfaat. Untuk lebih melatih kedisiplinan kita, kita bisa membuat jadwal kita sehari-sehari dan menempelkannya, sehingga kita akan punya jadwal pasti untuk mengerjakan tugas, menonton TV, dan bermain.
Hadirin yang berbahagia. Hanya ini yang bisa saya sampaikan. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya untuk meningkatkan disiplin diri kita lebih baik lagi. Terimakasih.
Akhir kata, wabilahi taufik walhidayah
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh
semoga bisa membantu :)
37. Bagaimana pengaruh sistem dan prosedur akuntansi dan sistem pengendalian intern terhadap kinerja karyawan
Sistem dan prosedur akuntansi serta sistem pengendalian intern memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Berikut adalah beberapa pengaruh utama yang dapat dilihat:
1. Pemantauan Kinerja: Sistem dan prosedur akuntansi membantu dalam pemantauan kinerja karyawan. Melalui pencatatan transaksi keuangan dan proses akuntansi yang baik, manajemen dapat memantau kinerja individu dan tim secara objektif. Hal ini memberikan dasar untuk mengevaluasi pencapaian target dan memperbaiki kinerja yang kurang memuaskan.
2. Penghargaan dan Insentif: Sistem akuntansi dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan penghargaan dan insentif kepada karyawan yang mencapai hasil yang baik. Informasi keuangan yang akurat dan transparan membantu manajemen dalam menilai kontribusi individu dalam pencapaian tujuan organisasi. Dengan memperhatikan kinerja keuangan, insentif seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dapat diberikan kepada karyawan yang berkinerja tinggi.
3. Tanggung Jawab dan Pertanggungjawaban: Sistem pengendalian intern membantu menetapkan tanggung jawab dan pertanggungjawaban karyawan. Dengan adanya prosedur yang jelas dan pengaturan tugas yang terstruktur, karyawan memiliki pedoman yang jelas tentang apa yang diharapkan dari mereka. Sistem pengendalian intern juga memastikan bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan karyawan sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan.
4. Pencegahan Kecurangan dan Kesalahan: Sistem dan prosedur akuntansi serta sistem pengendalian intern membantu mencegah kecurangan dan kesalahan yang dapat merugikan organisasi. Melalui pemisahan tugas, verifikasi transaksi, dan audit internal, peluang untuk melakukan tindakan yang tidak etis atau kelalaian yang dapat merugikan organisasi dapat diminimalkan. Dengan demikian, karyawan diharapkan menjalankan tugas mereka dengan integritas dan akurasi.
5. Efisiensi Operasional: Sistem dan prosedur akuntansi yang baik juga dapat meningkatkan efisiensi operasional. Dengan mengadopsi proses yang terstandarisasi dan otomatisasi, pekerjaan rutin dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan akurat. Hal ini memberikan waktu dan sumber daya yang lebih banyak untuk karyawan untuk fokus pada tugas yang bernilai tambah dan strategis.
Dengan demikian, sistem dan prosedur akuntansi serta sistem pengendalian intern dapat berkontribusi secara positif terhadap kinerja karyawan dengan memastikan pemantauan kinerja yang baik, memberikan insentif yang tepat, mengatur tanggung jawab, mencegah kecurangan dan kesalahan, serta meningkatkan efisiensi operasional.
38. Suatu ketika anda diangkat sebagai seorang kepala divisi SDM dengan tugas mengawasi kinerja karyawan. Ketika anda diangkat secara kebetulan ada masalah dengan kedisiplinan karyawan yang menurun. Kira-kira bagaimana cara saudara meningkatkan kedisiplinan karyawan agar kembali disiplin
Jawaban:
tingkatkan kedisiplinan kembali...
Penjelasan:
membuat aturan... dan mematuhi tetap semangat...
39. Suatu ketika anda diangkat sebagai seorang kepala divisi SDM dengan tugas mengawasi kinerja karyawan. Ketika anda diangkat secara kebetulan ada masalah dengan kedisiplinan karyawan yang menurun. Kira-kira bagaimana cara saudara meningkatkan kedisiplinan karyawan agar kembali disiplin.
Jawaban:
Sebagai kepala divisi SDM, saya akan melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kedisiplinan karyawan yang menurun. Pertama, saya akan mengidentifikasi penyebab masalah kedisiplinan yang terjadi. Ini dapat dilakukan dengan melakukan survei atau wawancara dengan karyawan, atau menganalisis data absensi dan pelanggaran kedisiplinan. Setelah mengetahui penyebab masalah, saya akan menyusun rencana aksi yang tepat untuk mengatasinya.
Kedua, saya akan membuat aturan kedisiplinan yang jelas dan diterapkan secara adil. Ini termasuk menetapkan sanksi yang tegas untuk pelanggaran kedisiplinan, serta memberikan insentif untuk karyawan yang disiplin.
Ketiga, saya akan memberikan komunikasi yang baik dan terbuka dengan karyawan, melalui rapat atau pertemuan dengan karyawan dan melalui sistem intranet atau email, membuat karyawan merasa diakui dan diterima.
Keempat, saya akan memberikan pelatihan dan pendidikan yang relevan untuk memastikan karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugas mereka dengan disiplin.
Kelima, saya akan memberikan contoh yang baik dalam kedisiplinan, dengan mengikuti aturan dan prosedur yang ada sendiri dan menghormati batas waktu yang ditentukan.
Saya yakin dengan melakukan hal-hal tersebut, kedisiplinan karyawan akan kembali meningkat.
Penjelasan:
Apabila Merasa Terbantu Jangan Lupa Bintang 5 nya ya kakak :D
40. Berikan alasan mengapa memilih kepuasan kerja, stres kerja dan pemberdayaan karyawan terhadap kinerja karyawan pada suatu perusahaan?
Jawaban:
karena dengan kepuasan kerja akan berdampak baik pada kinerja karyawan sehingga hasil produksi suatu perusahaan akan meningkat tentunya berdampak baik bagi perusahaan tersebut akan tetapi jika kinerja karyawan stres kerja akan berdampak sebaliknya.
Penjelasan:Semoga membantu...Maaf kalau salah...